Rusaknya hati lebih berbahaya dari rusaknya anggota badan lainnya.
Organ tubuh seperti mata, telinga, tangan, kaki ketika diuji dengan sakit, maka sakitnya bersifat sementara.
Sekalipun mata sakit sampai buta, telinga sampai tuli, tangan dan kaki sampai lumpuh, maka sakitnya tetap bersifat sementara; dan akan berakhir dengan kematian seseorang.
Sekalipun mata sakit sampai buta, telinga sampai tuli, tangan dan kaki sampai lumpuh, maka sakitnya tetap bersifat sementara; dan akan berakhir dengan kematian seseorang.
Beda halnya dengan hati.
Jika hati rusak, gelap, dan tertutup mata batinnya; maka akibatnya bisa melakukan perbuatan keji, perkataan caci maki, dan perbuatan dzalim lainnya.
Dampaknya tidak hanya di kehidupan dunia saja, tetapi juga berdampak di akhirat kelak.
Semua perbuatannya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Dampaknya tidak hanya di kehidupan dunia saja, tetapi juga berdampak di akhirat kelak.
Semua perbuatannya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Oleh karena itu,
Allah tidak melihat fisik seseorang,
Allah tidak melihat fisik seseorang,
Allah tidak melihat rupa seseorang,
Allah tidak melihat harta, pangkat atau jabatan pekerjaan seseorang semasa di dunia;
tetapi yang dilihat Allah adalah HATI dan AMAL seseorang.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian.
وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.”
(HR. Muslim no. 2564)
(HR. Muslim no. 2564)