Langsung ke konten utama

Obat Hati

Sudah tidak asing di telinga kita, lagu Tombo Ati?

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Quran lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang soleh kumpulono

Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

Lirik lagu yang diciptakan oleh Sunan Bonang ini, sebelumnya sudah pernah ada dari qaul ulama sufi abad ke-3 Syaikh Ibrahim Al Khawash (julukan Al Zahid; Al Sufi), yang kemudian diabadikan oleh Imam Al Qusyairi di dalam kitabnya : Ar-Risalah Qusyairiyah.

ومن كلامه أيضا دواء القلب خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبر، وخلاء البطن، وقيام الليل؛ والتضرع عند السَحر، ومجالسة الصالحين  

“Salah satu ucapannya Ibrahim Al-Khawash adalah,
obat hati terdiri atas lima perkara:
(1) membaca Al-Quran disertai perenungan
(2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain)
(3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya)
(4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam
(5) bergaul dengan orang-orang shalih".

Juga diabadikan oleh Imam Nawawi (Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi) di dalam kitabnya At-Tibyan fi Adab Hamalatu Al-Quran :

وقال السيد الجليل ذو المواهب والمعارف, إبراهيم الخواص رضي الله تعالى عنه: دواء القلب خمسة: قرأة القرأن بالتدبر, وخلاء البطن, وقيام الليل, والتضرع عند السحر, ومجالسة الصالحين. 

"Telah berkata tuan mulia yang memiliki beberapa karunia dan ilmu kemakrifatan, Ibrahim Al Khawash RA, obat hati itu ada lima: 
(1) membaca Quran dengan bertadabbur (memikir-mikir) maknanya, 
(2) mengosongkan perut (puasa), 
(3) menegakkan malam (dengan beribadah), 
(4) berdzikir khusyuk di waktu sahur, dan 
(5) bergaul dengan orang-orang shalih."

Postingan populer dari blog ini

HATI IBARAT RAJA

Keadaaan seseorang bergantung pada suasana hatinya . Jika hati senang maka akan terpancar gembira , raut wajah sumringah, dan tutur katanya suka cita. Jika hati sedih maka akan terpancar gelisah , raut wajah lesu, dan tutur katanya bisa diliputi duka cita. Jika hati marah maka akan terpancar kekesalan , raut wajah yang bengis, tutur katanya buruk / penuh hardik / penuh caci maki. Muaranya ada pada hati. Akal tidak bisa mengendalikan hati, justru hati yang mengendalikan akal. Kalau hati kalau sudah gelap , akal nya akan membenarkan segala cara demi meraih apa yg diinginkannya. Tidak peduli itu haram.  Tetapi kalau hati diliputi cahaya , akal nya akan berpikir untuk selalu baik , gemar berbagi, dan gemar peduli. أَلاَ   وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً Ketahuilah.. bahwa pada setiap tubuh seseorang, ada segumpal daging   إِذَا صَلَحَتْ   صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ Apabila dia baik , maka akan baik seluruh anggota tubuhnya  وَإِذَا فَ...

Allah Melihat Hati dan Amal Seseorang

Rusaknya hati lebih berbahaya dari rusaknya anggota badan lainnya. Organ tubuh seperti mata, telinga, tangan, kaki ketika diuji dengan sakit , maka sakitnya bersifat sementara . Sekalipun mata sakit sampai buta, telinga sampai tuli, tangan dan kaki sampai lumpuh, maka sakitnya tetap bersifat sementara; dan akan berakhir dengan kematian seseorang. Beda halnya dengan hati. Jika hati rusak , gelap, dan tertutup mata batinnya; maka akibatnya  bisa melakukan perbuatan keji , perkataan caci maki , dan perbuatan dzalim lainnya.  Dampaknya tidak hanya di kehidupan dunia saja, tetapi juga berdampak di akhirat kelak.  Semua perbuatannya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu,  Allah tidak melihat fisik seseorang,  Allah tidak melihat rupa seseorang,  Allah tidak melihat harta, pangkat atau jabatan pekerjaan seseorang semasa di dunia; tetapi yang dilihat Allah adalah HATI dan AMAL seseorang.  عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ  قَالَ رَسُولُ ...