Keadaaan seseorang bergantung pada suasana hatinya.
Jika hati senang maka akan terpancar gembira, raut wajah sumringah, dan tutur katanya suka cita.
Jika hati sedih maka akan terpancar gelisah, raut wajah lesu, dan tutur katanya bisa diliputi duka cita.
Jika hati sedih maka akan terpancar gelisah, raut wajah lesu, dan tutur katanya bisa diliputi duka cita.
Jika hati marah maka akan terpancar kekesalan, raut wajah yang bengis, tutur katanya buruk / penuh hardik / penuh caci maki.
Muaranya ada pada hati.
Akal tidak bisa mengendalikan hati, justru hati yang mengendalikan akal.
Kalau hati kalau sudah gelap, akalnya akan membenarkan segala cara demi meraih apa yg diinginkannya. Tidak peduli itu haram.
Tetapi kalau hati diliputi cahaya, akalnya akan berpikir untuk selalu baik, gemar berbagi, dan gemar peduli.
Tetapi kalau hati diliputi cahaya, akalnya akan berpikir untuk selalu baik, gemar berbagi, dan gemar peduli.
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً
Ketahuilah.. bahwa pada setiap tubuh seseorang, ada segumpal daging
إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
Apabila dia baik, maka akan baik seluruh anggota tubuhnya
وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
Tetapi apabila dia rusak, maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya
أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
Ketahuilah.. bahwa segumpal daging tadi adalah hati.
(HR. Bukhari Muslim)
baca juga obat hati